YAYASAN NURUL HIKMAH

Tentang Anak Yatim

1. Islam memberikan kemuliaan yang besar jika kita senang mengasuh dan menyantuni anak yatim. Dan rumah yang disukai oleh Allah SWT adalah rumah yang ditegaskan oleh Rosulullah SAW dalam salah hadis yang diriwayatkan Baihaqi:”Rumah yang paling disukai Allah adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang dimuliakan

2. Dalam hadis yang lain, Abu Hurairah RA berkata bahwa Rosulullah SAW bersabda : “Orang yang menanggung anak yatim, baik anak yatim itu masih ada hubungan famili atau tidak, maka aku akan menanggungnya seperti dua jari ini dalam Surga” (HR Bukhari)

3. Apabila kondisi rumah tidak memungkinkan untuk mengasuh mereka, cukuplah dengan cara menyantuni kehidupan mereka. Dalam satu riwayat Nabi SAW menegaskan : “Barang siapa diantara kaum muslimin yang menaggung makan dan minum anak yatim, maka Allah akan memberikan kecukupan penghidupan baginya, serta mengharuskan dia masuk surga kecuali bila dia melakukan dosa yang tidak terampuni”. (HR. Turmudzi)

4. Harus diakui bahwa mengasuh dan menyantuni anak-anak yatim memiliki tantangan tersendiri. Ada banyak pelajaran hati yang dapat kita petik di dalamnya. Berbagai pengalaman menunjukkan bagaimana beratnya mengasuh mereka. Namun disinilah kemuliaan yang sedang ditunjukkan oleh Islam. Kendati berat, kita dituntut untuk senatiasa berbuat baik kepada mereka, bahkan dituntut untuk menunjukkan kasih sayang. Nabi SAW sering mengusap kepala mereka, seraya menegaskan, ”Barang siapa mengusap anak yatim, kelak Allah SAW akan mencatatkan baginya atas setiap helai rambut yang diusap tangannya dengan sepuluh kebajikan”

5. Diriwayatkan bahwa Allah SWT pernah berfirman kepada Nabi Daud AS : ”Wahai Daud, terhadap anak yatim bersikaplah seperti bapak yang pengasih, terhadap para janda, bersikaplah seperti suami yang penyayang. Ketauhilah engkau akan menuai apa yang telah engkau tanam. Sebab, engkau pasti mati, serta meninggalkan anak istrimu.”

6. Berkaitan dengan firman tersebut, maka diharamkan bagi kita memakan hak anak yatim pada saat kita menerima amanah itu. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa (4) : 10 : ”Sesungguhnya orang yang memakan harta anak-anak yatim dengan cara yang tidak lurus, mereka akan memakan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk kedalam api yang menyala-nyala

7. Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan Nabi SAW bersabda : ”Tiba-tiba aku melihat orang-orang yang dilaknati. Sementara yang lain membawa batu dari api, menelannya, lalu api itu keluar dari dubur mereka. Aku lantas bertanya kepada Jibril : ”YaJibril, siapakah mereka?”. Jibril menjawab,” mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim. Sesungguhnya mereka benar-benar memakan api ke dalam mulut mereka”.

8. Membuat hati gembira orang-orang yang susah, berlemah lembut kepada orang-orang yang lemah dan miskin, membantu orang-orang yang tidak punya, meringankan beban orang-orang yang berutang, dan meminjamkan orang-orang yang membutuhkannya serta menyantuni anak-anak yatim, dan mengusap kepala mereka adalah perbuatan-perbuatan yang patut kita jalani sebagai bagian dari proses penyucian jiwa dan pencerahan kalbu.

9. Marilah kita tanamkan didalam hati untuk menghargai orang lain bukan dari apa yang dipakainya, atau jabatannya, atau harta kekayaannya, tetapi hargailah orang lain dari apa yang diucapkannya. Ajarilah diri kita, keluarga kita, dan anak-anak kita sebagaimana Luqman AS mengajarkan anaknya, ”Janganlah engkau hinakan seseorang karena pakaiannya, sebab Robmu dan Robnya adalah sama”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tinggalkan pesan anda

Solawat

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Gerak